Sabtu, 09 April 2011

Foto Lucu Kucing Lebay ( Kulay )

Kalo manusia yang lebay sih gak masalah, tapi gimana ya kalo kucing yang lebay? Kucing memang binatang yang lucu dan menggemaskan. Bagi para pecinta kucing, anda wajib melihat foto-foto berikut ini. Dan bagi yang gak suka kucing, mungkin setelah melihat foto di bawah ini anda akan jadi lebih menyukai kucing. Sok atuh dilihat foto kucing yang lebay ini.









Sabtu, 02 April 2011

Cara Menebak Karakter Teman di Social Media Dari Foto Profilenya

Karakter TemanKalau Anda sering bermain dalam social media seperti di Facebook dan Twitter. Atau sering beinteraksi di dunia blogging, chatting dengan teman-teman Anda dalam komunitas online di internet, seringkali kita menjumpai banyak teman yang tak mau menunjukkan siapa jati diri dia sesungguhnya. Cirinya, dengan menyembunyikan latar belakang dirinya siapa, apa profesinya, umur dan tahun kelahirannya kapan, serta tak mau memasang foto profile atau avatar dengan foto dirinya.

Sebenarnya, mengapa banyak orang yang suka menyembunyikan identitasnya dalam pertemanan di dunia maya? Terlepas apa pun yang menjadi alasan mereka, saya ada cara untuk menebak karakter atau bahkan umur seseorang kalau melihat dari foto yang ada di dalam profile avatarnya.

Berikut adalah ketujuh macam tipe teman di social media dilihat dari cara dia memasang foto profilenya:

1. Memasang foto diri sendiri
Untuk orang yang memasang avatar foto dia sendiri dalam profilenya ini adalah ciri orang-orang yang punya sifat percaya diri, terbuka dan tidak suka pilih-pilih dalam berteman atau suka bersikap apa adanya dalam berteman. Tipe orang seperti ini adalah ciri secara umum orang-orang yang hobi dengan relationship atau pertemanan.

2. Memasang foto diri tapi sering bergonta-ganti foto
Orang-orang model begini mudah ditebak biasanya kurang mempunyai rasa percaya diri yang cukup, cenderung Narsis, punya pribadi yang rada labil, dan sifatnya sangat perfeksionis sehingga cenderung mengekspose kelebihannya dan berusaha menutup rapat-rapat apa yang menjadi kekurangannya.

3. Memasang foto berupa nama merk, karakter atau simbol tertentu
Pada jenis teman yang seperti ini biasanya adalah ciri seorang teman yang sedang membangun sebuah personal branding dengan berusaha memisahkan antara profile dia yang sesungguhnya dengan branding yang berusaha dia ciptakan, khususnya di dunia maya. Teman yang seperti ini biasanya menjadikan sebuah pertemanan di social media sebagai alat untuk marketing dan memperluas network bisnisnya.

4. Memasang foto orang lain
Kebalikan dari orang yang memasang foto diri sendiri, pada tipe orang ini justru sebaliknya, biasanya karena orangnya kurang percaya diri, introvert atau lebih tertutup dan lebih selektif serta sangat berhati-hati untuk menerima pertemanan dari orang-orang yang kurang begitu dikenalnya di dunia maya. Tipe orang semacam ini biasanya punya alasan tertentu yang sangat kuat sehingga tidak mau memasang foto dirinya.

5. Memasang foto diri dan pasangan
Pada tipe orang seperti ini bisa ditebak biasanya punya usia yang relatif masih sangat muda. Masih dalam taraf senang-senangnya berpacaran, atau jika orangnya kebetulan sudah menikah biasanya usia perkawinannya masih tergolong sangat muda dan belum dikaruniai seorang anak di dalam usia perkawinannya.

6. Memasang foto anak
Pada tipe orang yang suka memasang foto anaknya di dalam profilenya bisa ditebak biasanya adalah orang-orang yang masih cukup muda usianya, yaitu di usia dalam kisaran angka 30 tahunan dan baru senang-senangnya mempunyai anak pertama dalam usia perkawinannya.

7. Memasang foto diri dan keluarga
Tipe orang yang memasang foto diri dan keluarga umumnya adalah tipe orang yang sangat bersahaja, mempunyai usia sudah tergolong tidak muda lagi, dan yang jelas sudah tidak ingin coba-coba ngelaba cari pasangan baru lagi lewat dunia maya. He… He….

Gimana? Dari ketujuh tipe teman yang ada di atas adakah salah satu diantaranya yang cocok dengan ciri-ciri dari teman Anda? Okey, selamat menebak karakter teman Anda!

9 Kriteria teman yang pantas diremove di Facebook


FacebookKalau anda biasa main di micoblogging Twitter, tentu hal yang biasa jika kita follow (istilah untuk join menjadi teman di Twitter) dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi unfollow pada seseorang yang sebelumnya kita follow, jika suatu saat kita mulai bosan atau merasa tidak cocok dengan orang tersebut.

Mengapa? Karena di Twitter semakin banyak teman yang kita follow ibarat kita sedang mendengarkan berbagai macam kicauan burung sekaligus seperti di pasar burung saja. Orang banyak menci ci cuit dengan berbagai macam update tweet yang berbeda-beda, yang memang bisa bikin pusing kepala. Hal yang sama akan sedikit aneh jika ini kita lakukan, meremove salah satu teman di Facebook. Ada apa? Mengapa saya tiba-tiba diremove? Itu pasti pertanyaannya.

Apa yang saya utarakan diatas adalah salah satu kelebihan Twitter jika dibandingkan dengan Facebook. Namun adakalanya hal yang sama perlu kita lakukan seperti di Twitter pada Facebook, meremove teman yang kita anggap tidak ada gunanya karena adanya beberapa kriteria yang pantas kita jadikan alasan untuk meremove dan tidak lagi mau melanjutkan pertemanan.

Nah, berikut ini adalah 9 Kriteria teman yang pantas diremove di Facebook, yang bisa kita jadikan alasan untuk meremovenya dari daftar teman kita:

1. Tidak saling kenal
Tidak selalu orang yang menginvite kemudian akhirnya menjadi teman kita di Facebook adalah orang yang kita kenal. Baik kenal di dunia offline (nyata) maupun online apalagi jika bukan tipe teman dalam seprofesi, sehobby atau teman dalam komunitas lain di dunia maya, tentu tidak ada gunanya berteman dengan orang seperti ini karena kita pun pasti bingung mau ngobrol apa dengan teman seperti ini sehingga saya rasa kita sudah cukup punya alasan untuk meremove atau tidak melanjutkan pertemanan dengan orang seperti ini karena hanya akan bikin penuh address book saja.

2. Tidak peduli dengan anda
Salah satu alasan kita berteman adalah untuk berbagi, baik di kala suka maupun duka. Lantas apakah tetap kita pertahankan jika salah satu dari teman kita di Facebook ada yang cuek, tidak memperdulikan kita? Contoh misal kita lagi sakit dan kemudian menuliskan status mengabarkan kalau sedang sakit, tapi dia sama sekali cuek, tidak peduli dengan kita untuk hanya sekedar kirim sebuah komentar pada status kita.

3. Terlalu asyik dengan dirinya sendiri
Hampir sama dengan alasan nomor dua, apakah perlu kita teruskan berteman dengan orang AUTIS yang terlalu asyik dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan orang lain? Contoh Facebooker yang lebih asyik main game Mafia Wars tanpa peduli sama sekali dengan kita apalagi mengomentari status yang kita buat.

4. Terlalu hyperaktif update status
Seorang teman yang terlalu hyperaktif update status, terlebih dengan hal-hal yang hanya berupa “What are you doing” saja tanpa memberikan manfaat apapun buat kita, kita juga punya pilihan untuk meremovenya. Mengapa? Karena update status teman seperti ini hanya akan memenuhi halaman atau dinding Facebook kita. Kasihan, kan teman kita yang lain, yang hanya sesekali update status di Facebook jadi tidak terlihat karena cepat tergeser ke bawah oleh update status orang-orang yang model begini.

5. Mempunyai sifat-sifat buruk
Lingkungan tidak bisa dipungkiri sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Jika kita setiap hari disuguhi update status dari teman yang isinya cuma misuh-misuh, mengejek, menghujat dan menghina orang lain setiap hari, kita secara tidak sadar sudah membiasakan diri membaca dan mendengar sifat negative ini. Jadi jangan heran suatu saat kita akan menganggap biasa sebuah pisuhan dan berubah ketularan sifat buruk seperti ini. Maka agar hal ini tidak sampai terjadi, kita punya pilihan untuk meremove teman model seperti ini.

6. Berlagak seperti artis
Dalam sebuah pertemanan kita tentu ingin mendambakan sebuah kesetaraan, dianggap dan tidak diperlakukan sebagai ikan kecil diantara ikan-ikan kecil lainnya dalam sebuah kolam luas dimata teman kita yang berlagak seperti ikan besar, sok artis. Teman seperti ini samasekali tidak menghargai kita. Nah, saya rasa kita juga punya pilihan untuk meremove model teman yang begini.

7. Hanya mau menerima tidak mau memberi
Di Facebook ternyata tidak sedikit orang yang lebih suka menerima komentar dalam statusnya, tapi tidak terlalu peduli dengan memberi komentar sebaliknya pada status yang kita buat. Kasarnya hanya mau menerima tapi tidak mau memberi. Apakah orang seperti ini juga pantas tetap dipertahankan jadi teman kita?

8. Menjadikan anda sebagai obyek bisnis
Semua orang pasti tidak suka dijadikan obyek. Apalagi obyek bisnis berorientasi profit. Kalau kita hanya dijadikan sebagai obyek bisnis dalam sebuah pertemanan yang tanpa ada impact apa pun buat kita sendiri, ngapain harus rela diperlakukan dan menjadi teman orang model seperti ini?

9. Pasang Avatar bukan foto dia
Sudah kita tidak kenal siapa dia, profile juga dibuat sangat tertutup, avatar juga bukan berupa foto dia, apakah juga perlu berteman dengan orang seperti ini? It is okey mau pasang avatar bukan foto tapi itu bila kita sudah kenal dan sudah tahu siapa dia. Kalau tidak, ya buat apa berteman dengan orang introvert seperti ini. Betul tidak?

Inilah 7 Contoh Pengemis Nggilani Yang Banyak Bergentayangan di Facebook dan Internet

Labels: , ,
Pengemis facebook
Ada tulisan amat menarik yang ditulis oleh salah seorang sahabat blogger saya, Mbak Hani di blognya. Dan saya jadi tersenyum kecut, seperti ditarik ke belakang saja, dingatkan ke masa awal-awal dulu mengenal apa itu facebook setelah membaca tulisan itu.

Dulu, sempat juga saya mengalami kerisauan yang sama seperti kelakuan para facebooker yang sok ingin eksis dan Narsis itu. Saya merasa sangat terbebani sekaligus malu setelah bikin update status di facebook ternyata setelah itu status saya dicuekin orang, tak ada satu pun teman yang mau mengomentari status saya, termasuk hanya sekedar meninggalkan jempolnya untuk mengatakan Like pada status saya.

Hanya bedanya, kala itu saya masih cukup punya rasa malu dan harga diri untuk tidak melakukan tindakan bodoh dan memalukan seperti yang telah dilakukan oleh teman-teman facebook Mbak Hani tersebut. Mengemis di facebook.

Hem, supaya Anda tidak makin penasaran untuk ingin segera mengetahui tindakan bodoh dan memalukan apalagi, baiklah akan saya paparkan kepada Anda ketujuh contoh-contohnya satu persatu. Akan saya urutkan dari yang paling nggilani. Silahkan Anda simak contoh-contohnya berikut ini:

1. Orang yang terang-terangan minta jempol di facebook atau minta statusnya agar dikomentari

Hanya karena alasan agar ingin terlihat eksis ternyata ada, lho orang yang minta-minta (ngemis) di facebook agar statusnya dikomentari atau diberi jempol oleh orang lain. Tak percaya? Kalau Anda ingin tahu contoh teman yang suka ngemis-ngemis minta jempol di facebook, Baca artikelnya di sini Pengemis Jempol (Facebook).

2. Orang yang suka re-invite beberapa kali di facebook agar kita menjadi fans pagenya

Contoh pengemis yang ke-2 ini, yaitu orang yang suka hunting dengan invite beberapa kali di facebook agar kita mau jadi anggota dalam grup atau Fans Page-nya, juga banyak bergentayangan di facebook. Mereka ini entah tujuan untuk apa, apakah karena biar tampak keren dan eksis karena banyak fannya sehingga suka sekali menginvite orang sampai beberapa kali. Saya beberapa waktu yang lalu pernah menulisnya di blog ini. Baca "Tolong Jangan Paksa Saya!"

3. Orang yang berdalih nyumbang tapi punya pamrih ingin mencari follower sebanyak-banyaknya di Twitter

Masih ingat dengan kasus menghebohkan yang sempat banyak ditrending di twitter beberapa waktu yang lalu? Yaitu ada orang yang aji mumpung ngemis di internet dengan memanfaatkan bencana untuk mencari follower sebanyak-banyaknya di twitter, tapi dengan dalih untuk nyumbang. Yaitu menghargai atau menukar Rp 100/ follower untuk disumbangkan ke bencana Wasior, Mentawai dan Merapi.

4. Blogger yang meninggalkan komentar tapi juga nyuruh-nyuruh agar blognya dikunjungi dan dikomentari balik

Anda pernah, kan menemui model-model komentar kentut di blog yang hanya sekedar numpang lewat seperti Nice info, Gan. Pertamax, terima kasih infonya, bla bla bla? Sudah komentarnya model kentut masih ditambahi dengan ajakan ngemis-ngemis agar blognya dikunjungi pula. Bah! Sungguh memalukan.

5. Blogger yang memasang Comment Luv di blognya semata-mata hanya agar tulisannya ramai dikomentari

Comment Luv memang masih terbukti masih cukup ampuh untuk menjaring komentar karena adanya promosi gratis dan backlink yang diberikan oleh Comment Luv kepada setiap blogger yang bersedia meninggalkan komentarnya. Jika Anda pasang Comment Luv karena semata-mata, sekali lagi saya garis bawahi, ini khusus yang semata-mata hanya karena hanya ingin mendapatkan banyak komentar, saya hanya bisa bilang: Selamat Anda layak disejajarkan dengan pengemis nggilani itu.

6. Orang yang memberi iming-iming hadiah buat si pengomentar di blog agar artikelnya dikomentari

Bagi sebagian blogger tertentu banyaknya komentar yang datang di blog memang masih jadi dambaan di kalangan blogger. Nah, agar blognya terlihat keren dan banyak komentarnya, lagi-lagi ada blogger yang pakai cara ngemis-ngemis agar artikelnya dikomentari tapi membungkusnya dengan iming-iming akan memberi hadiah.

Ingin contoh? Tidak usah tengok kanan-kiri ke blog tetangga. Contohnya ada di blog ini. Saya dulu juga pernah mengemis di blog ini untuk menjaring komentar. Baca artikel "Voucher Gratis Dari Google, Mau?" Dan hasilnya, saya ternyata tak cukup berbakat untuk menjadi pengemis. :D

7. Pebisnis online yang secara terselubung minta alamat email kepada pengunjung

Yang ini pada intinya ngemis juga tapi derajat nggilaninya tergolong paling rendah. Yaitu, biasanya para Internet Marketer yang melakukannya, dengan dalih mau memberi hadiah ebook gratis tapi punya pamrih agar pengunjung mau meninggalkan alamat emailnya. Anda tahu di internet dengan mengumpulkan alamat email orang sebanyak-banyaknya, itu adalah sebuah asset yang amat bernilai bagi seorang pebisnis online. Karena email yang sudah terkumpul nantinya bisa kita prospek untuk menjadi calon pembeli atau pelanggan kita. Bahkan tak jarang alamat email di internet ini disalahgunakan orang dengan diperjualbelikan. Jadi pesan saya, berhati-hatilah jangan sembarangan meninggalkan alamat email Anda di sembarang situs.

Itulah ke-7 contoh pengemis nggilani yang banyak kita dijumpai di facebook dan internet. Hem, masih ada contoh yang lain? Kalau ada, saya persilahkan Anda tambahkan di kolom komentar, terima kasih.

Disclaimer:
Saya mohon maaf jika pembaca ada yang keberatan dan tersinggung dengan opini saya ini. Bagi yang keberatan atau mau berbeda pendapat, saya persilahkan untuk melakukan pembelaan dengan meninggalkan komentar di bawah artikel ini. Anggap saja ini impas karena saya pun kali ini mengemis untuk mengharapkan komentar Anda. Ha...Ha...Ha....

Twitter, Benarkah Sebuah Ancaman?


Ancaman TwitterAda tulisan menarik yang ditulis oleh Butet yang berjudul: "Jama’ah Al Twitteriyah" yang saya baca dari milis Telematika. Butet Kartaredjasa menulis tentang Twitter dan coba berimajinasi ke masa lampau bagaimana jadinya kalau Twitter misalnya sudah lahir di era Pangeran Diponegoro. Apa jadinya?

Apa jadinya lagi jika kelak manusia modern seperti sekarang ini yang sudah serba maya, tak bisa lagi dijamah kemanusiaannya karena mereka telah menjelma jadi kepingan angka dan huruf saja.

Itu pernyataan menarik yang telah dilontarkan oleh Butet dan menurut saya sangat dalam sekali maknanya karena membuat kita jadi merenung.

Dan kalau ini saya coba kaitkan dengan pernyataan kontroversial Menhan Purnomo Yusgiantoro beberapa waktu yang lalu yang mengatakan kalau Twitter adalah sebuah ancaman nonmiliter bagi sebuah negara maka tulisan Butet ini sangat relevan untuk menjawab fakta yang dikuatirkan Pak Menhan tersebut.

Namun, kalau saya boleh berpendapat ketakutan Pak Menteri di sisi lain juga terlalu berlebihan kalau menyikapi Twitter sebagai sebuah ancaman. Buktinya, tak semua gejolak sosial dan ketidakadilan yang ada di negeri ini sukses mencuat dan menuai dukungan massa dari Twitter atau social media.

Anda ingin contoh? Kasus Lapindo salah satunya. Kenyataannya dukungan social media tak sekencang dukungan terhadap kasus Prita Mulyasari meskipun faktanya bencana Lapindo lebih menyengsarakan banyak orang, termasuk saya (penulis) ketimbang kasus Prita yang menimpah hanya satu orang saja. Jadi kesimpulan saya tetap ada faktor lain yang menjadi pemicunya selain hanya sekedar mempermasalahkan Twitter saja.

Urusan blokir-memblokir internet memang menjadi isu sensitif, bahkan di negara Mesir sampai saat tulisan ini saya tulis masih berlangsung pemblokirannya sehingga otomatis akses ke internet, salah satunya ke situs social media seperti Twitter juga menemui kendala di sana.

Untungnya akhirnya Google Inc meluncurkan layanan khusus yang memungkinkan rakyat di Mesir mengirim pesan Twitter (tweets) mereka dengan menghubungi nomor telefon dan menyiarkannya lewat pesan suara. Lalu pesan suara tersebut secara otomatis diterjemahkan menjadi pesan yang dikirim di Twitter.

Berikut adalah kutipan selangkapnya tulisan dari Butet yang dimuat dalam majalah pesawat Garuda mengenai Twitter. Selamat Membaca.

Jama’ah Al Twitteriyah
Oleh: Butet Kartaredjasa

BAGAIMANA KALAU di zaman perang Diponegoro, 1825-1850, sudah ada Twitter? Pasti cerita sejarah akan beda! Itu memang pertanyaan iseng imajinasi kita bisa melayang ke mana-mana untuk menjawabnya. Jika memang era digital datang lebih awal, aneka kisah yang selama ini dikenal sebagai ikon historis akan berwarna lain. Tentu orang tidak akan menemukan gambaran heroik Sang Pangeran memacu kuda dengan menghunus keris seperti selalu digambarkan dalam lukisan dari patung perjuangan. Bisa jadi komunikasi Sang Pamngeran kepada para panglima perang di lapangan cukup dikendalikan lewat Twitter. Bahkan solidaritas sosial membarung kemarahan terhadap Kompeni Belanda kemungkinan tidak hanya membakar hati orang jawa, namun juga orang se-Nusantara akan ramai-ramai terprovokasi berjihad di tanah Jawa, sama persis dengan kekuatan daya hasut Facebook ketika membela Prita yang suatu kali berhasil memetot emosi manusia untuk menyokong perlawanannya terhadap rumah sakit yang berseteru dengannya.

Dan sebaliknya, Twitter juga bisa menuntungkan VOC. Kompeni Belanda tentu saja tak bakal kobol-kobol anggarannya melayani Perang Jawa. Menangkap Sang Pangeranpun tentu semudah pencet tombol karena posisi persembunyian segera diketahui satelit VOC. Dengan kekuatan budaya digital yang luar biasa itu, bagi kedua pihak, semuanya jadi mudah dilakukan. Serba Hemat.

Seru, kan? Apalagi kalau kemudian kita mengimajinasikan tentetan peristiwa demi peristiwa selanjutnya. Bisa jadi kita enggak bakalan mengenal teks Proklamasi tulisan tangan Bung Karno yang goresannya sangat karakteristik itu, karena jangan-jangan Bapak Bangsa itu akan menciptakan naskah Proklamasi tak lebih dari 140 karakter huruf.

AJAKAN BERFANTASI ini semakin menyadarkan, betapa kuat dan dahsyatnya media sosial itu berperan mengubah masyarakat. Revolusi teknologi digital itulah penyebabnya. Dengan mengimajinasikan peristiwa masa lalu, orang lalu membayangkan betapa masa depan akan semakin diwarnai perubahan yang serba muskil dan ganjil. Semua serba tak terduga. Kekuatan imajinasi sepertinya akan selalu terlambat membayangkan percepatan perubahan itu. Selagi orang ingin membayangkan, teknologi informasi berbasis digital memberikan jawaban selangkah lebih maju dari yang sekadar dibayangkan.

Kitapun tahu, temuan-temuan baru inovatif yang semula menunjukkan kecerdasan akal budi manusia, terkadang justru tanpa sengaja membunuh tradisi dan kebudayaan yang sebelumnya telah hidup mengakar. Bersamaan dengan dimudahkannya masyarakat dalam mencari dan mengembangkan pengetahuan oleh teknologi informasi, masyarakat pelan-pelan akan kehilangan adat istiadat, tata krama, dan nilai-nilai lain yang sebelumnya mewarnai kehidupan kebudayaan.

Hari ini manusia Jawa masih selalu terlihat santun, kepala menunduk tatkala menghadap atasannya. Percayalah, tak sampai setengah abad lagi, adegan seperti itu mungkin hanya bisa dinikmati dalam diorama museum antropologi. Teknologi seluler menhancurkan batas-batas hubungan atasan bawahan, karena mereka lebih enjoy berkomunikasi melalui SMS. Tak ada lagi ketegangan garis komando antar jendral dengan kopral, antara sultan dengan abdi dalem, antara presiden dengan jubir. Bahkan saking egaliternya hubungan antar manusia, mereka bisa saling ledek melalui Twitter dan Facebook.

Sekarang gejala perubahan itu terlihat gamblang. Berbagi ilmu pengetahuan tak harus melalui celoteh dosen di depan ruang kelas. Kini banyak jama'ah Al Twitteriyah (maksudnya para pemilik akun Twitter) membagi kepandaian dan pengetahuannya melalui apa yang diistilahkan “kultwit” (kuliah twitter). Aneka isu mutakhir dan persoalan-persolaan kontemporer di bidang politik, filsafat, ekonomi, sosial dan budaya dikuliahkan secara nirbayar alias gratisan. Para follower bisa menyantap pengetahuan dimana saja. Sebuah tradisi pembelajaran yang berubah revolusioner. Selain dengan browsing serapan pengetahuan, bisa datang dari mana saja. Dari ruang kelas masuk ke ruang super privat.

Dengan kedahsyatan yang luar biasa ini, kitapun lalu bertanya, kelak masih adakah stamina orang melakukan kegiatan baca buku dengan intens? Masih tersediakah waktu untuk mendengarkan wejangan guru? Apakah nantinya orang masih bisa merasakan kehangatan persahabatan antar manusia. Saya justru khawatir kalau kelak manusia serba maya, tak bisa lagi dijamah kemanusiaannya karena mereka telah menjelma jadi kepingan angka dan huruf saja.

10 Kriteria Status Teman Yang Pantas Anda Mute di Twitter


Mute Twitter
Semakin populernya Twitter saat ini trennya kalau saya amati semakin banyak para tweep
(istilah pengguna Twitter) yang asal ngetweet saja tanpa menghormati hak-hak atau keberadaan orang lain yang menjadi followernya. Sehingga, tanpa sadar perilakunya ini sedikit membuat kurang nyaman orang lain.


Twitter karena sifat update statusnya yang berupa broadcast, ini yang sedikit membedakan dengan Facebook, yaitu status Anda dikirim ke semua follower seperti pesan broadcast
maka suka atau tidak suka status kita akan terbaca dan langsung memenuhi Timeline semua follower kita yang lagi aktif Twitternya.


Kalau Anda jumlah followernya masih sedikit mungkin tidak terlalu masalah. Tapi bagaimana kalau jumlah follower Anda sudah mencapai ratusan bahkan sudah ribuan? Bukankah perlu adanya sikap kehati-hatian dan memperhatikan hak-hak orang lain agar mereka tetap merasa senang menjadi teman Anda di Twitter?

Di Twitter kita memang bebas follow dan unfollow siapapun kalau memang merasa tak cocok dengan seseorang di Twitter. Selama yang kita follow tidak memfollback (follow balik) atau menjadi teman kita tentu tidak masalah bila Anda tiba-tiba mengunfollow seseorang. Tetapi akan terlihat aneh jika tiba-tiba Anda mengunfollow seseorang yang merupakan teman atau orang yang Anda kenal dan sangat dekat dengan Anda. Ada apa? Pasti itu pertanyaannya.

Bagaimana caranya kalau kasusnya memang ada orang yang ingin Anda unfollow tapi orang tersebut Anda kenal dan memfollow Anda? Adakah jalan tengah seperti mengunfollow tapi tetap menjadi teman di Twitter dan yang bersangkutan tidak tahu? Jawabnya ada. Yaitu dengan cara di-mute statusnya. Dengan di-mute, nantinya apapun status yang dibuat oleh teman Anda itu tidak akan muncul di Timeline Anda.

Nah, saya sudah mengumpulkan setidaknya ada 10 kriteria teman di Twitter yang pantas Anda mute atau tidak Anda munculkan tweet statusnya di Timeline Twitter Anda. Dan Anda punya pilihan (hak) untuk melakukannya kalau teman Anda tersebut memenuhi beberapa kriteria seperti di bawah ini.

Berikut kesepuluh kriterianya, selamat menyimak:
  1. Isi tweetnya berlagak sok artis sekali di Twitter padahal bukan artis, orang terkenal atau bukan siapa-siapa.
  2. Status lebih sering berisi "What are you doing"-nya saja daripada memberi informasi yang bermanfaat buat orang lain.
  3. Statusnya Autis dan Narsis abis karena lebih sering asyik dengan dirinya sendiri atau menceritakan dan mengeluh-eluhkan dirinya sendiri.
  4. Acuh tak acuh atau tak pernah membalas mention tweet Anda namun tiap menit terus-terusan ngetweet tanpa henti.
  5. Tweetnya sering tapi lebih banyak berisi RT (retweet) status orang lain ketimbang buat tweet status sendiri.
  6. Terlalu sering ngobrol berbalas tweet sampai berkali-kali di Timeline dengan teman-temannya sendiri dan tidak memperdulikan Anda.
  7. Sering mengulang-ulang tweet status yang sama di Twitter sampai berkali-kali.
  8. Terlalu hyperaktif update status hampir tiap menit sepanjang dia online di Twitter setiap hari.
  9. Update statusnya terlalu sering dan bukan dari orangnya langsung tapi melalui bantuan software.
  10. Isi tweetnya terlalu sering dan hanya berisi link-link tawaran untuk mengunjungi blognya atau hanya berupa iklan-iklan marketing dari bisnis orangnya saja.

Demikian 10 Kriteria Status Teman Yang Pantas Anda Mute di Twitter. Semoga Anda bukan termasuk para tweep atau orang yang mempunyai beberapa kriteria di atas di Twitter. Tetapi, jika salah satu kriteria di atas ada atau Anda sering melakukannya, saya harap mulai sekarang Anda bisa mulai menguranginya sehingga pengikut Anda tetap betah dan senang berteman dan menjadi follower Anda.