Sekali-kali kita menjumpai kenyataan tentang bumi kita yang membingungkan kita dan yang belum ada jawabannya. Kenyataan itu adalah keberadaan garam di lautan. Bagaimana garam dapat berada di sana?
Jawabannya adalah bahwa kita tidak mengetahui bagaimana garam masuk ke dalam lautan! Tentu saja kita memang mengetahui bahwa garam adalah zat yang dapat larut dalam air, dan oleh karena itu masuk ke dalam laut bersama air hujan. Garam di permukaan bumi terus-menerus dilarutkan dan mengalir ke dalam laut.
Tetapi kita tidak mengetahui apakah hal ini menyebabkan sangat besarnya jumlah garam yang terdapat di laut. Jika semua lautan dikeringkan, akan terdapat cukup banyak garam yang dapat digunakan untuk membangun sebuah dinding yang tingginya 180 mil dan tebalnya 1 mil. Dinding tersebut dapat mengelilingi dunia di garis Khatulistiwa! Atau dengan kata lain, garam batu yang diperoleh jika semua lautan dikeringkan akan menjadi satu bagian besar kira-kira 15 kali dari seluruh Benua Eropa!
Garam yang biasa kita gunakan dihasilkan dari air laut atau air danau air asin, dari mata-mata air asin, dan dari endapan-endapan garam batu. Konsentrasi garam dalam air laut berkisar dari kira-kira tiga persen sampai tiga setengah persen. Laut-laut tertutup, seperti Laut Mediterania dan Laut Merah, mengandung lebih banyak garam dalam airnya dari pada laut-laut terbuka. Laut Mati, yang meliputi daerah seluas kira-kira 340 mil persegi, mengandung kira-kira 11.600.000.000 ton garam!
Rata-rata, satu galon air laut mengandung kira-kira satu seperempat pon garam. Dasar-dasar garam batu yang terbentuk di berbagai bagian dunia pada mulanya terbentuk akibat penguapan air laut jutaan tahun yang lalu. Karena untuk membentuk garam batu diperlukan kira-kira sembilan per sepuluh dari volume air laut yang diuapkan, orang-orang berpendapat bahwa dasar-dasar garam batu yang tebal yang ditemukan diendapkan di dalam apa yang dahulu merupakan bagian dari laut-laut tertutup. Laut-laut ini menguap lebih cepat dari pada air tawar yang masuk, sehingga endapan-endapan garam batu pun terbentuk.
Kebanyakan garam komersil diperoleh dari garam batu. Cara yang lazim digunakan adalah membor sumur-sumur sampai ke dasar-dasar yang mengandung garam. Air murni dipompakan melalui sebuah pipa. Air akan melarutkan garam dan garam itu didesak keluar melalui pipa yang lain sampai ke permukaan.
Air laut adalah air dari laut atau samudera. Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam (terutama, namun tidak seluruhnya, garam dapur/NaCl).
Walaupun kebanyakan air laut di dunia memiliki kadar garam sekitar 3,5 %, air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang paling tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik. Yang paling asin adalah di Laut Merah, di mana suhu tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kadar garam di beberapa danau dapat lebih tinggi lagi.
Air laut memiliki kadar garam karena bumi dipenuhi dengan garam mineral yang terdapat di dalam batu-batuan dan tanah. Contohnya natrium, kalium, kalsium, dll. Apabila air sungai mengalir ke lautan, air tersebut membawa garam. Ombak laut yang memukul pantai juga dapat menghasilkan garam yang terdapat pada batu-batuan. Lama-kelamaan air laut menjdai asin karena banyak mengandung garam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar